Mengapa Studi Lanjut di Luar Negeri? (1)

Mengapa studi lanjut di luar negeri?

Pertanyaan ini sempat mengganggu pikiran saya (dan mungkin anda, para scholarship hunter) saat memikirkan untuk melanjutkan studi. Sekalipun terdengar menyenangkan, namun percayalah, tantangan dan kesulitan yang akan dihadapi akan jauh lebih banyak dari pada melanjutkan studi di negeri sendiri. Saya akan bercerita tentang tantangan – tantangan itu lain waktu, namun di posting ini saya ingin menuliskan beberapa manfaat (yang sifatnya teknis dan umum) selama 8 bulan menempuh studi Ph.D. di UNSW Australia.

IMG_0177_small

Kemampuan berbahasa Inggris

Dengan studi di luar negeri, kemampuan bahasa Inggris kita akan makin baik secara lisan dan tulisan. Kita akan “dipaksa” untuk menggunakan bahasa Inggris secara lisan saat menyampaikan presentasi di kelas, berdiskusi dengan pembimbing, ngobrol dengan mahasiswa lain, dan berbagai aktivitas lain. Kemampuan menulis kita juga akan meningkat, karena semua laporan,  tugas, dan ujian dituls dalam bahasa Inggris. Jika anda mengambil Ph.D. di Australia, maka hanya tulisan andalah yang akan diperiksa oleh examiners, sehingga anda harus memastikan bahwa tulisan anda benar – benar baik sebelum dikirim.

Academic skills

Salah satu keuntungan studi di luar negeri ialah umumnya kampus – kampus yang baik memiliki berbagai event untuk meningkatkan academic skills para mahasiswanya, tentunya dengan tidak dipungut biaya. Di UNSW, setiap awal semester selalu ada kuliah singkat untuk menolong para mahasiswa belajar academic reading, menulis essay dan report, mengatur waktu, dll. Selain itu juga ada learning center (http://www.lc.unsw.edu.au/) yang memberi pelatihan lebih mendalam tentang academic writing dan penyampaian hasil penelitian.

centre_1sumber : http://www.lc.unsw.edu.au/finding.html

Sistem pendidikan

Ketika anda kuliah di negara selain Indonesia, anda bisa mencicipi sistem pendidikan yang berbeda (dan bisa mengambil best practices untuk diterapkan di Indonesia). Bagaimana kampus lain melaksanakan kuliah, melakukan praktikum, melakukan ujian, mengadakan pembimbingan, dll. Kita juga dapat mengamati budaya belajar (mandiri atau kelompok) dari mahasiswa – mahasiswa di negara tersebut. Hal – hal ini akan sangat memperkaya wawasan kita dalam memaknai pendidikan.

Fasilitas

Menurut saya secara pribadi, pembeda terbesar saat studi di UNSW dengan di Indonesia ialah dalam hal fasilitas. Saya bersyukur karena School of Computer Science & Engineering memberikan fasilitas yang amat sanagat baik. Seorang Ph.D. student akan mendapatkan space khusus dengan 3 meja, rak buku, lemari, sampai lampu belajar. Saya juga “dipinjami” laptop baru yang harus dikembalikan saat usai studi nanti. Jika memerlukan monitor tambahan beserta keyboard, dll, maka jurusan juga akan memberikannya untuk kita.

IMG_0324_small

Selain itu fasilitas perangkat keras di laboratorium untuk bidang robotika juga sangat baik. Tersedia sekitar 10 robot Nao humanoid, 4 Turtle-bot, customized rescue robot, beberapa Kinova – Jaco robot arm, Denso torso robot, dll. CSE – UNSW secara rutin mengikuti RoboCup bidang Rescue dan Soccer, serta beberapa kali menjadi pemenangnya. Di laboratorium tersedia lapangan soccer robot dan rescue area untuk tempat berlatih sebelum lomba. Selain itu software standar untuk bidang teknik seperti MATLAB diberikan jurusan ke mahasiswa.

torsosumber : http://www.cse.unsw.edu.au/~claude/research/robotics/human_robot_interaction.html

Fasilitas perpustakaan di UNSW sangat nyaman dan baik. Selain rak berisi buku – buku fisik, banyak sekali tempat belajar (individual dan kelompok) yang tersedia di sini. Kita bisa melakukan booking online untuk meminjam ruang lengkap dengan whiteboard (bebrapa dengan LCD) untuk mengerjakan tugas kelompok. Untuk mahasiswa Ph.D. ada hal yang jauh lebih penting dari buku teks fisik, yaitu akses ke jurnal  paper dan conference proceeding terkemuka. Akses ini sangat mahal dan sebagian besar kampus di Indonesia belum dapat memberikan hal tersebut. Di UNSW, setelah mendapatkan student ID (dan password), kita bisa mengakses kumpulan paper tersebut di mana saja, dari luar kampus sekalipun.

UNSW-Main-Library-Tower-04

sumber : http://lahznimmo.com/projects/main-library-ground-floor-unsw/

Kesempatan untuk mengikuti conference dan workshop

Mengikuti conference ataupun mengirimkan paper ke jurnal bereputasi merupakan hal yang sangat penting di sini. Untuk itu, setiap mahasiswa Ph.D. berhak mendapatkan sekitar 6000 AUD (selama masa studi) untuk mengikuti conference (rank A atau B) di luar negeri. Untuk mengetahui rank suatu conference dan jurnal, Australia memiliki sistem pemeringkatan yang ditetapkan ERA (The Excellence in Research for Australia, http://www.arc.gov.au/era/). Selain itu jurusan juga memberikan kesempatan pendanaan untuk conference di dalam negeri. Di luar pendanaan internal, kita juga dapat mengajukan pendanaan ke panitia conference yang bersangkutan (jika tersedia).

Jaringan

Hal lain yang sangat penting saat studi di LN ialah jaringan. Jaringan pertama kita ialah Profesor yang membimbing kita. Jaringan berikutnya ialah jaringan dari Profesor kita (mantan mahasiswa bimbingan dan kolega). Selain itu teman – teman sesama mahasiswa Ph.D. nantinya juga akan menjadi peneliti, dosen, ataupun leader di bidang tertentu. Berikutnya ialah jaringan baru yang kita buat saat mengikuti conference, workshop, dan semacamnya.

Jaringan dari Profesor atau pembimbing menurut saya adalah yang terpenting dan termudah untuk dikembangkan. Sebagai contoh pembimbing saya ialah peneliti yang cukup senior di AI dan robotika, saat berdiskusi beliau sering menceritakan bahwa beliau mengenal (secara pribadi) peneliti – peneliti terkemuka di kampus (dan negara) lain. Mantan mahasiswa bimbingan beliau saat ini ada yang menjadi dosen di Curtin University, peneliti di CSIRO, engineer di Google, dll. Jika diperlukan, beliau juga akan dengan senang hati menghubungkan saya dengan mereka (atau saya dapat membuka komunikasi dengan menyebutkan nama Profesor saya). Jaringan semacam ini masih sulit dilakukan di Indonesia karena masih minim Profesor yang memiliki jaringan internasional.

***

Akhirnya, saya (dan tentunya banyak dosen lain) memberikan apresiasi pada kesungguhan pemerintah Indonesia (melalui Dikti) untuk mengembangkan dosen – dosen di seluruh Indonesia dengan memberikan Beasiswa Pendidikan Pascasarjana – Luar Negeri. Meski masih ada kekurangan di sana – sini dalam pelaksanaannya, namun kesempatan ini sangat berharga bagi para dosen untuk belajar dari negara – negara yang lebih maju dan menggunakan hasilnya saat nantinya kembali mengabdi di Indonesia.

Well, demikian pengamatan sekilas saya, semoga bermanfaat!

Advertisements

4 thoughts on “Mengapa Studi Lanjut di Luar Negeri? (1)

  1. tabitamarbun

    Kalau menurut saya yang paling kerasa berbeda dengan Indonesia adalah fasilitas eksperimen,
    di Korea, di lab saya skrg ga perlu mikir soal biaya dll. kalau memang diperlukan akan disediakan oleh lab, Hal2 kecil seperti glove, tip untuk pippete harus digunakan berkali2 demi penghematan sewaktu di Indonesia. 🙂

    Reply
  2. Okta Ratna Tirta

    Wah, Handy thank you untuk tulisannya. Saya jadi terinspirasi melakukan pengembangan2 di divisi saya, mungkin yang paling basic adalah best practices. Btw, boleh dong di sharing ttg trik trik mengenai academic reading and menulis essay. Salam buat Mbak Endah ya.

    Reply
    1. Handy Post author

      Halo Okta, untuk writing saya ikut workshop yang lebih technical, jadi gak ambil yang menulis essay (meski disediakan oleh UNSW). Lain waktu saya akan tulis lebih detail. Salamnya aku sampaikan, thanks..

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s