Category Archives: Mengajar

Perlukah Dosen mengerjakan “proyek”?

Pertanyaan di atas sering menjadi pemikiran saya sebagai dosen. Bagaimana menurut pendapat Anda?

Saya ingin mengetengahkan sisi negatif dan positif dari dosen yang mengerjakan “proyek”. Proyek yang dimaksud di sini tentunya proyek yang berhubungan dengan keilmuan yang digeluti, bukan bisnis sampingan yang sifatnya non teknis. Selain itu saya juga tidak membahas tentang alasan ekonomi, karena saat seseorang menjadi dosen (di Indonesia) seharusnya ia siap dengan standar hidup yang sedikit lebih rendah dibanding orang yang bekerja di kantor/industri.

Sisi positif

Saat dosen mengerjakan proyek di industri, dia akan dapat melihat dengan jelas dan nyata penerapan ilmunya di lapangan. Hal ini juga membuat dia lebih “up to date” secara keilmuan, karena (di Indonesia) sering kali kecepatan teknologi di industri lebih cepat daripada di kampus. Kemampuan dosen untuk melakukan troubleshooting juga akan lebih terasah, karena sering kali situasi di lapangan tidak seideal sitasi di ruang kelas/laboratorium. Continue reading

Advertisements

Mempersiapkan Mata Kuliah Baru

Semester ini saya akan mengajar Mata Kuliah yang baru di jurusan saya. Apa ya yang harus saya siapkan? Setelah berpikir sejenak, berikut hal – hal yang harus saya siapkan :

1. Mempersiapkan content

Content atau isi adalah “bahan utama” dari suatu Mata Kuliah. Saya sebagai dosen harus menguasai topik MK sebaik mungkin. Saya perlu membaca (dan memahami) topik tersebut dari beberapa buku teks yang ada di perpustakaan. Diskusi dengan kolega dosen ataupun browsing di internet akan membantu pemahaman (dan pendalaman) topik tersebut.

2. Mempersiapkan presentasi

Karena saat ini hampir setiap MK dibawakan melalui presentasi Power Point, hal berikutnya yang harus dilakukan ialah mempersiapkan presentasi. Menterjemahkan pemahaman (dari buku teks) ke dalam presentasi yang baik dan menarik itu tidak mudah. Saya harus mengartikulasikan pemahaman tersebut ke dalam beberapa baris tulisan singkat (plus gambar).  Salah satu catatan saya, lebih baik membuat presentasi sendiri (meski sederhana), daripada menggunakan presentasi orang lain (yang sekarang bisa didapat dengan gampang dari internet). Continue reading

Mengajar mahasiswa untuk menjadi “pembelajar seumur hidup”

Sebagai dosen di kampus, tantangan besar yang harus dihadapi ialah bagaimana menolong mahasiswa untuk menjadi “pembelajar seumur hidup“.

Apa artinya?

Sangat mungkin bagi dosen dan mahasiswa di Indonesia untuk kembali mengulang pola pendidikan yang telah didapat sebelumnya. Sudah menjadi rahasia umum kalau anak – anak Indonesia lebih cakap menghafal ataupun menggunakan rumus untuk mengerjakan soal. Namun mereka (bahkan pengajar seperti saya) kurang cakap dalam menganalisa maupun memahami alasan di balik penggunaan rumus.

Pada akhirnya, mahasiswa (atau sebelumnya siswa) hanya menjadi pengulang yang tidak kreatif dan inovatif dalam memcahkan masalah. Apalagi jika dihadapkan pada permasalahan baru yang belum ada sebelumnya. Dengan kata lain, mahasiswa hanya menjadi pembelajar dalam masa kuliah dan karena diminta oleh dosen (selain orang tua dan pacar 🙂 ).

Continue reading

Seharusnya Dosen itu Mengajar…

teach_finished_word

Sebagai seorang pendidik, seharusnyalah dosen dapat mengajar mahasiswanya “dengan baik”.

Apa maksudnya “dengan baik”?

Dalam salah satu tulisan di blognya, Mas Romi (founder ilmukomputer.com) mengatakan bahwa dosen yang mengajar dengan baik ialah dosen yang mengajar dengan “bahasa manusia” atau “bahasa mahasiswa”.  Hal ini berarti tidak cukup seorang dosen menguasai suatu bidang tertentu, namun ia harus mencari cara untuk mengajarkan hal – hal yang rumit menjadi mudah dipahami.

Karenanya, tak pelak lagi dosen harus mempelajari dan menguasai metode pembelajaran yang baik. Apalagi kebanyakan dosen tidak memiliki latar belakang ilmu kependidikan, sehingga hal di atas sangat perlu dikembangkan dan dilatih secara pribadi. Continue reading

Teach With Your Heart – Belajar dari Erin Gruwell (bagian 2)

teach1Pengantar : pada posting kali ini akan dikupas lebih dalam apa yang sudah dilakukan Erin Gruwell (diambil dari buku yang ditulisnya) untuk menolong murid – muridnya untuk belajar membaca, menulis, dan lebih dari itu, mengubah jalan hidup mereka. It’s very touching story!

Latar Belakang

erin-gruwell-color-2005-photoshop1Erin Gruwell semula ingin kuliah di jurusan hukum dan menjadi seorang pengacara. Hal itu berubah saat terjadi kerusuhan karena pimpinan gank akan diadili. Banyak perampokan, pembakaran, bahkan pelemparan bom molotov di Newport Beach. Dalam kerusuhan itu (yang menjurus menuju kerusuhan rasial) banyak remaja yang terlibat, dan Erin merasa perlu melakukan sesuatu. Dari situ ia memiliki misi untuk “mengubah dunia” melalui mengubah murid – murid di sekolah (pendidikan). Continue reading

Berharganya seorang mahasiswa – belajar dari Erin Gruwell

erin-gruwell-color-2005-photoshopPengantar : Posting berikut “sedikit banyak” saya tulis karena kegundahan saya dengan profesi saya sebagai pengajar juga pelajaran berharga dari seorang Erin Gruwell (foto di sebelah kanan).  Maaf kalau terlalu banyak emosi yang terlibat 🙂


Masalah finansial

stacks-of-moneySemua pengajar (untuk saya dosen) tentunya pernah mengalami “kesulitan finansial”. Dengan penghasilan yang (relatif) terbatas, seorang pengajar harus bisa memenuhi seluruh kebutuhan hidupnya (dan keluarganya). Yah, mungkin hal ini juga dialami oleh semua orang, tapi sudah menjadi rahasia umum, jika Anda berani terjun ke dunia pendidikan maka Anda harus berani untuk menerima penghasilan yang (relatif) terbatas.

Sebagai dosen, sudah bukan rahasia lagi, saya bisa mendapatkan “penghasilan sampingan” dengan : mengerjakan proyek komersial di industri, melakukan berbagai pelatihan, mengajar di sana – sini, ataupun memulai suatu bisnis. Dan daftar tersebut bisa dibuat makin panjang.

Well, saya juga memiliki reaksi yang sama! Saat saya merasa “kurang”, maka akalpun berputar, dan kemungkinan – kemungkinan untuk mendapat penghasilan tambahan menjadi lebih diperhatikan. Namun saya merasa ada yang aneh. Seperti ada sesuatu yang salah..

Panggilan, misi pribadi

personal-mission-stmt-picSaat saya mulai “berpikir kreatif” untuk menghasilkan uang (& terus menerus berpikir), ada sesuatu yang bergeser dalam hati saya. Seolah segala sesuatu yang tidak menghasilkan uang menjadi tidak terlalu menarik dan penting. Hal – hal rutin yang saya biasa lakukan seperti : mempersiapkan kuliah, mengajar, membimbing mahasiswa, … seolah menjadi kurang menarik.

Apa yang terjadi? Saya menyimpulkan hal – hal berikut :

Hanya ada dua hal yang menarik di dunia :

  1. Uang dan segala sesuatu yang bisa dibelinya
  2. Manusia (dalam konteks saya : mahasiswa)

Continue reading

Tips supaya mengajar menyenangkan

Menurut Anda, bagaimana mengajar bisa menyenangkan? Sering kali kita (sebagai dosen ataupun guru) melakukan hal – hal yang membuat proses belajar ini tidak lagi menarik. Padahal, kalau tidak menarik, pastinya kita bakalan males belajar (dan mengajar 🙂 ).

Nah, dari pengamatan sekilas saya tadi pagi waktu ngajar (masih anget nih), berikut ini hal – hal yang seharusnya saya lakukan supaya membuat kuliah menyenangkan.

teacher_secondarymanwhiteboard

  • Pastikan bahwa Anda sendiri antusias, tertarik, senang dengan materi yang akan Anda bawakan. Saya selalu melakukan perubahan, penambahan, pembaruan pada materi kuliah saya, supaya saya sendiri menjadi tertarik dan bersemangat untuk membagikannya.
  • Jangan langsung masuk ke materi dong! Kebanyakan mahasiswa masih belum “ON” konsentrasinya. Sebagian masih agak ngantuk, sebagian lagi masih mikirin masalah yang di rumah, dll, dll. So, lebih baik mulai dengan menyapa mereka, kemudian ceritakan dengan santai hal – hal berguna yang bisa menarik minat dan perhatian mereka.

Continue reading